Who's Online

Kami memiliki 4 Tamu online

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini12
mod_vvisit_counterKemarin47
mod_vvisit_counterMinggu Ini292
mod_vvisit_counterBulan Ini629
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung285309

Iklan Baris Baru

Customer Service

Waktu Saat Ini

Ulti Clocks content

Translate

Comments Lattes

  • Excellent content, bookmarked
  • I have checked your website and i've found some du...
  • I have noticed you don't monetize your blog, don't...
  • If some one needs expert view regarding blogging t...
  •  ¿De hecho no os ha parecido uun Flipante juegbo ...

Facebook Share

Share on facebook
09
Oct
2013

PERAN PERGURUAN TINGGI SWASTA

DALAM MENYIAPKAN SDM UNGGUL BERKARAKTER [1]

Dr. Jumanta, M.Pd., M.Si.[2]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh,

Sebagai insan yang senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanawata’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, sudah sepantasnya kita bersama-sama mengucapkan Syukur Alhamdulillah kehadirat Illahi Robbi, karena dengan perkenan-Nya kita semua dapat hadir dalam keadaan sehat wal afiat pada acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana STIA Yappann. Kepada para peserta wisuda dan keluarga yang menyertai, saya atas nama pribadi mengucapkan SELAMAT, saya turut berbahagia dan bangga atas prestasi yang telah diraih. 
Ada baiknya Anda juga memberikan ucapan selamat kepada diri sendiri dengan kebanggaan, karena pada akhirnya keberhasilan ini tidak ditentukan oleh siapa pun kecuali Anda sendiri.

Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan selamat kepada segenap civitas akademika STIA Yappann yang telah berhasil menghasilkan sarjana dan magister baru yang akan menambah modal bagi bangsa Indonesia dalam membangun masa depan yang lebih baik. Semoga STIA Yappann dapat terus meningkatkan kualitas perannya dalam mengemban amanah Tridharma Perguruan Tinggi; mencetak manusia-manusia Indonesia yang berilmu, berintegritas tinggi, dan berwawasan luas; melakukan penelitian yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat; dan melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas kesejahteraannya.

 

Dalam dunia yang berubah dengan cepat di era globalisasi ini diperlukan pengembangan dan pemahaman paradigma baru untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia itu bukan merupakan suatu produk manufaktur, tetapi seperti layaknya pengembangan tanaman yang harus dipilih bibitnya dengan tekun, dipilih tanahnya yang subur, atau kalau perlu dikerjakan tanahnya lebih dulu agar tanamannya bisa tumbuh subur, dan secara telaten harus disiram, dipupuk, dan dijauhkan dari tanaman liar yang bisa mengganggunya. Karena itu, sumber daya manusia harus dikembangkan dengan pemeliharaan sejak dini dengan sebaik-baiknya, dibangkitkan motivasi dan kemauannya untuk maju, dipompa kemampuannya, dan diberikan dorongan yang positif untuk sanggup membangun dan bekerja keras. Kita harus sadar bahwa hanya dengan bekerja keras kita akan mendapatkan tingkatan kesejahteraan untuk masa depan pribadi, anak cucu, dan bangsa yang kita cintai.


Keberhasilan dalam mencetak manusia unggul akan mengangkat derajat dan nama baik STIA Yappann dan Yayasan Pembina Pendidikan Niaga dan Negara (Yappann) sebagai organisasi induk yang menaunginya. Bagi STIA Yappann, setiap peristiwa wisuda tercatat sebagai bukti kemampuan dalam mewujudkan visi, misi, dan fungsinya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menjadi fokus kegiatan sejak STIA Yappann didirikan pada tahun 1972, 41 tahun yang lalu.


Saya menaruh harapan yang besar kepada para peserta wisudawan/-wisudawati dan segenap civitas akademika, untuk tidak sekedar mengalir melalui proses dalam menekuni profesi dan membangun kualitas diri, namun lebih dari itu, kita harus mampu menangkap nuansa baru dari perubahan sosial yang sekaligus disertai dengan arus globalisasi yang sangat cepat tersebut. Kita harus secara dinamis menguasai, bahkan menciptakan masa depan dan tidak mengambil sikap menunggu untuk sekedar menjawab tantangan yang dikeluarkannya. Kita harus menciptakan masa depan kita sendiri. Kita harus mampu mengembangkan ide-ide baru yang segar, yang bisa menangkap “mimpi” dan “cita-cita” masyarakat dengan visi yang jauh ke depan melampaui jamannya.


Para Civitas Akademika dan hadirin yang berbahagia,

Pada kesempatan yang baik ini saya mendapat kehormatan untuk menyampaikan Orasi Ilmiah berkaitan dengan “Peran Perguruan Tinggi Swasta dalam Menyiapkan SDM Unggul Berkarakter”. Apa yang dimaksud dengan Peran Perguruan Tinggi Swasta dan SDM Unggul Berkarakter?


Peran Perguruan Tinggi Swasta

Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta atau masyarakat. Sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pasal 1 ayat 8, menyatakan bahwa Perguruan Tinggi Swasta yang selanjutnya disingkat PTS adalah Perguruan Tinggi yang didirikan dan/atau diselenggarakan oleh masyarakat.


Tugas dan fungsi perguruan tinggi swasta sama halnya dengan perguruan tinggi negeri, hanya pengelolaannya saja yang berbeda, dengan kewajiban yang terumus dalam “Tridarma” perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada Pendidikan dan Pengajaran mahasiswa atau peserta didik akan dikembangkan menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan, menciptakan pengetahuan, teknologi dan kesenian, yang pada akhirnya setelah seluruh proses dilalui akan diperoleh predikat/gelar Sarjana, Magister atau Doktor dalam suatu disiplin ilmu tertentu, Oleh karena itu Perguruan Tinggi Swasta seharusnya mampu menyiapkan dan merupakan lembaga paling strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul berkarakter.


Melalui penelitian dan pengembangan, mahasiswa mengaplikasikan pengetahuannya untuk melakukan penelitian dalam rangka mengembangkan sekaligus membangun ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa penelitian, maka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi terhambat. Penelitian ini tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi harus dilihat keterkaitannya dalam pembangunan pada arti luas. artinya penelitain tidak semata-mata hanya untuk hal yang diperlukan atau langsung dapat digunakan oleh masyarakat pada saat itu saja, akan tetapi harus dilihat dengan proyeksi kemasa depan. Dengan kata lain penelitian diperguruan tinggi tidak hanya diarahkan untuk penelitian terapan saja, tetapi juga sekaligus melaksanakan penelitian ilmu-ilmu dasar yang manfaatnya baru terasa penting artinya jauh dimasa yang akan datang.


Pengabdian pada masyarakat harus diartikan dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di perguruan tinggi, khususnya sebagai hasil dari berbagai penelitian. Pengabdian pada masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dalam rangka kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat yang bersifat konkrit dan langsung dirasakan manfaatnya dalam waktu yang relatif pendek. Aktivitas ini dapat dilakukan atas inisiatif individu atau kelompok anggota civitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat maupun terhadap inisiatif perguruan tinggi yang bersangkutan yang bersifat nonprofit. Dengan aktivitas ini diharapkan adanya umpan balik dari masyarakat ke perguruan tinggi, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut.


Perguruan Tinggi Pembentuk SDM Unggul

SDM Unggul yang dihasilkan oleh perguruan tinggi adalah manusia yang komperhensip dalam berfikir dan bertindak serta selalu mengantisipasi tuntutan di masa depan, memiliki sikap positif, berperilaku terpuji, dan berwawasan, serta memiliki kemampuan, keterampilan, dan keahlian sesuai dengan disiplin ilmu yang telah diperoleh dari perguruan tinggi yang bersangkutan. SDM Unggul akan dapat dihasilkan bila perguruan tinggi tersebut mampu menghantarkan lulusannya pada pencapaian pengetahuan dan kompetensi yang mumpuni dalam memenuhi kebutuhan diberbagai bidang serta sektor pembangunan.

Sifat-sifat manusia yang unggul dapat diakronimkan dengan kata “DJITU” :

1. Dedikasi, seseorang manusia yang unggul umumnya mempunyai rasa pengabdian terhadap tugas dan pekerjaannya, memiliki visi jauh kedepan serta mampu fokus kepada apa yang ingin diwujudkan, walaupun harus mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu yang dicita-citakannya.

2. Jujur, kejujuran memang penting tidak hanya jujur pada orang lain tapi jujur pada diri sendiri. Terhadap orang lain, manusia yang unggul biasanya mampu bekerja sama, dan didalam kerjasama itu dilandasi rasa saling percaya. Manusia yang unggul umumnya tahu kemampuan dirinya sendiri, umpamanya saja jujur pada apa yang dapat diperbuat dan apa yang tidak dapat diperbuat, apa yang diperoleh dan bagaimana cara memperolehnya.

3. Inovatif, seorang manusia unggul bukanlah manusia rutin yang puas dengan apa yang telah dicapainya, melainkan manusia yang unggul adalah manusia yang kreatif, yang selalu aktif mencari hal-hal yang baru.

4. Tekun, manusia unggul ialah seorang yang dapat memfokuskan perhatiannya kepada sesuatu yang dikerjakannya. Ketekunan akan menghasilkan sesuatu, karena manusia unggul tidak akan berhenti sebelum dia menghasilkan sesuatu. Orang yang tekun akan berani menghadapi tantangan. Dia tidak takut menghadapi kesulitan. Apa pun risiko tindakannya, dia berani menghadapinya.

5. Ulet, manusia unggul adalah manusia yang tidak mudah putus asa. Dia akan terus-menerus mencari dan mencari, dibantu sikap tekun, maka keuletan akan membawa dia kepada sesuatu dedikasi pekerjaan yang baik dan bermutu serta tidak mengulangi kesalahan, namun berusaha untuk memperbaiki kesalahan.


Perguruan Tinggi Pembentuk Manusia Berkarakter

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga perguruan tinggi yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan karakter di perguruan tinggi, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses perkuliahan dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata kuliah, pengelolaan perguruan tinggi, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan perguruan tinggi.


Terlepas dari berbagai kekurangan dalam praktik pendidikan yang ada, apabila dilihat dari standar nasional pendidikan yang menjadi acuan pengembangan kurikulum, dan implementasi perkuliahan dan penilaian di perguruan tinggi, tujuan pendidikan sebenarnya akan dapat dicapai dengan baik, bila semua komponen dan ketersediaan sumber daya tersedia. Pembinaan karakter juga merupakan bagian penting yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh mahasiwa dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahannya, pendidikan karakter di perguruan tinggi selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai, dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada perguruan tinggi. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Bila pengembangan dan implementasi pendidikan karakter dilakukan dengan mengacu pada grand design dimungkinkan para lulusan akan tercipta SDM yang berkarakter.


Pendidikan karakter di perguruan tinggi juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan perguruan tinggi. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di perguruan tinggi secara memadai. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi, nilai-nilai yang perlu ditanamkan, muatan kurikulum, proses perkuliahan, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, serta komponen terkait lainnya. Dengan demikian, manajemen perguruan tinggi merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di perguruan tinggi.


Ada beberapa pendapat tentang karakter. Menurut Neill ”Character is simply habit long continued”, Aristotle berpendapat bahwa “We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit”, sedangkan Ryan berpandangan bahwa “Habit is ten times nature”. Pada dasarnya karakter akan terbentuk bila aktivitas dilakukan berulang-ulang secara rutin hingga menjadi suatu kebiasaan (habit), yang akhirnya tidak hanya menjadi suatu kebiasaan saja tetapi sudah menjadi suatu karakter. Karakter merupakan kunci kepemimpinan (leadership). Penelitian di Harvard University menunjukkan bahwa 85% ”performance” pemimpin bergantung pada karakter pribadinya (Bennis).


Ada tiga macam karakter, yakni basic characters (misalnya: ketaatan), beautiful characters (misalnya: ramah), dan brilliant characters (misalnya: inisiatif/prakarsa). Basic characters membuat seseorang berhasil dalam suatu komunitas, beautiful characters menjadikan seseorang sebagai anggota tim yang baik, sedangkan brilliant characters mampu mempengaruhi atau memimpin orang lain.


Ryan juga berpendapat bahwa terdapat enam pilar karakter (the six pillars of character) meliputi kejujuran (trustworthiness), rasa hormat (respect), tanggung jawab (responsibility), keadilan (fairness), kepedulian (caring), dan warga negara yang baik (good citizenship). Enam pilar ini merupakan dasar untuk mengetahui karakter seseorang benar atau salah. Dengan menjelaskan makna enam pilar tesebut dan memberikan contoh-contoh dalam kehidupan, sejarah, atau suatu berita merupakan suatu cara pembentukan karakter, yang dalam pelaksanaannya dapat diintegrasikan dalam suatu proses pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi. Hanya saja yang menjadi permasalahan, bagaimanakah cara mengintegrasikannya? Sesuatu masalah yang perlu dibicarakan atau dilakukan suatu penelitian.


Sebagai contoh, sistem seleksi masuk perguruan tinggi berskala nasional, alat ukurnya telah melalui proses psikometris yang matang, tetapi ranah yang diukur untuk keperluan seleksi adalah ranah kognitif, sedangkan ranah afektif dan ranah psikomotorik masih diabaikan. Akibatnya, lulusan perguruan tinggi hanya memiliki kompetensi kognitif.


Berdasar hasil survei, diperoleh data bahwa belum ada keseimbangan antara mata kuliah keahlian dan pembentukan karakter mahasiswa sebagai calon manusia bekerja dan sebagai kaum intelektual. Mata kuliah yang terlalu berlebihan dapat dikurangi dan diganti dengan mata kuliah pembentukan karakter dan keterampilan. Perlu diberikan mata kuliah lain seperti kepemimpinan visioner, budaya kerja, administrasi publik dan bisnis. Karakter lulusan yang terlalu low profile dan kurang asertif harus dikurangi. Selain itu juga dirasakan bahwa lulusan cenderung kurang aktif dalam memunculkan gagasan baru, inisiatif kurang terasah dengan baik karena pengaruh budaya “ewuh pakewuh”


Upaya pembentukan karakter pribadi yang kuat hanya dapat dilakukan melalui pengembangan kegiatan. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu pembekalan Success Skills pada mahasiswa. Success Skills adalah keterampilan yang dibutuhkan seseorang untuk dapat terus mengembangkan dirinya. Success Skills akan mencakup tiga pilar keterampilan utama, yaitu learning skills (keterampilan belajar), thinking skills (keterampilan berpikir) dan living skills (keterampilan hidup).


Pada umumnya perguruan tinggi dalam menyelenggarakan proses perkuliahan hanya mengandalkan cara berpikir yang bermuatan kurikulum, bukan pada pembentukan karakter mahasiswa. Akibatnya perguruan tinggi di Indonesia gagal berperan sebagai pranata sosial yang mampu membangun karakter bangsa Indonesia sesuai dengan nilai-nilai normatif kebangsaan yang dicita-citakan. Munculnya banyak kasus yang destruktif dalam konteks kebangsaan, misalnya terjadinya sentimen antaretnis, perselisihan antarsuku, kasus-kasus narkoba, tawuran antar mahasiswa, kekerasan terhadap anak, menunjukkan karakter kebangsaan Indonesia yang lemah. Bahkan, baru-baru ini kita mendengar dan melihat terjadi tawuran antar warga di suatu daerah disaat Idul Fitri dan akan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan negara kita tercinta yang ke-68. Tidak terlalu keliru bila kerusuhan yang berujung pada gejala disintegrasi bangsa akhirnya bersumber dari lemahnya pendidikan dalam membentuk karakter bangsa.


Wisudawan dan wisudawati yang berbahagia,

Tidak diragukan lagi bahwa peran perguruan tinggi swasta sungguh besar kontribusinya dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul berkarakter. Karena, kalau kita memperhatikan berbagai perguruan tinggi yang ada saat ini, begitu banyak perguruan tinggi swasta berskala nasional bahkan internasional di Indonesia, dengan penyediaan sarana prasarana serta tenaga akademik, dan mutu lulusannya tidak lebih rendah dari perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Oleh karenanya para mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi swasta seharusnya bangga dan mampu menjadi ujung tombak pembaharuan dengan pengetahuan, kompetensi sikap, dan karakter yang dimiliki, karena Anda tergolong kelompok masyarakat yang telah mempunyai kelebihan setidaknya dari tingkat pendidikan. Walaupun dalam kenyataan kita masih menghadapi masalah mutu pendidikan dan masalah ketidakserasian antara ketersediaan tenaga lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja.


Pembentukan karakter sangat diperlukan dalam upaya mencetak sumber daya manusia unggul. Oleh karena itu seyogyanya pembentukan karakter tidak hanya tanggung jawab beberapa matakuliah tertentu saja tetapi dapat diperluas untuk semua matakuliah. Hal ini tentunya memiliki konsekuensi pada kurikulum yang diberlakukan saat ini, bukan berarti harus ada pergantian kurikulum yang baru, tetapi dapat dilakukan revitalisasi isi, metode, dan strategi perkuliahan.


Perlunya dilakukan suatu penelitian tindakan (action reseach) tentang pembentukan karakter yang terintegrasi dengan pembentukan kompetensi dalam suatu mata kuliah tertentu, sehingga dapat ditemukan suatu model perkuliahan yang mampu menanamkan karakter untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul berkarakter.


Daftar Pustaka.

Darmiyati Zuchdi dkk. (2009), Pendidikan Karakter: Grand Design dan Nilai-nilai Target. Yogyakarta: UNY Press.

Kaswan, (2012), Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Keunggulan Bersaing Organisasi, Jakarta: Graha Ilmu

Lickona, Tom; et.al. (2007). Eleven Principles of Effective Character Education. Character Education Partnership.

Neill, James., A Character Education Primer. Diakses dari http://www.wilderdom. com/self/

Kevin Ryan. The Six E's of Character Education. Diakses dari http://www.bu.-edu/education/caec/files/6E.htm

Tim Pendidikan Karakter Kemendiknas (2010). Grand Design Pendidikan Karakter.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi. Direktorat Jendral Pendidikan Tingggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.


[1] Disampaikan pada Dies Natalis dan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana STIA Yappann Jakarta, Sabtu 7 September 2013 di Manggala Wanabakti.

[2] Staf Pengajar di Univ. Esa Unggul Jakarta

Comments   

 
0 #7 obat foredi 2015-12-15 00:00
This is my first time pay a quick visit at here and i am actually pleassant to read everthing at alone
place.

Also visit my weblog: obat foredi: http://goo.gl/ZZSDHe
Quote
 
 
0 #6 Ceuticell Reviews 2015-09-24 19:16
This article will help the internet visitors for creating new webpage or even a blog from start to end.
Quote
 
 
0 #5 DermaJeun Skincare 2015-09-05 02:01
Hey There. I found your blog using msn. This is a very well written article.
I will be sure to bookmark it and come back to read more of your useful info.
Thanks for the post. I'll definitely comeback.
Quote
 
 
0 #4 Kenny 2015-08-21 08:27
I absolutely love your blog and find a lot of your post's
to be just what I'm looking for. Does one offer guest writers
to write content for you? I wouldn't mind composing a post or elaborating on a few of
the subjects you write with regards to here. Again, awesome web log!
Quote
 
 
0 #3 free 2015-08-01 17:17
Yet if you really take the time to learn about interior design you can truly figure out that it is an easy subject to
grasp. Those who can afford it also look
towards high-end veneer marble and granite countertops to make the atmosphere truly wonderful
and an example virgin beauty. Shape your home anew by availing interior design services in Toronto.


Also visit my blog ... free: http://www.freetattoodesigns.biz
Quote
 
 
0 #2 canopy polycarbonate 2015-07-08 10:08
Does your blog have a contact page? I'm having trouble locating it but, I'd
like to shoot you an email. I've got some suggestions for your
blog you might be interested in hearing. Either way, great site and I look
forward to seeing it grow over time.
Quote
 
 
0 #1 internetmatika 2014-08-19 10:20
Everyone loves what you guys tend to be up too.
This type of clever work and exposure! Keep up the great works
guys I've added you guys to my own blogroll.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh